

VISI
NURSYIFA'

Mukjizat :

MENURUT AHLI HIKMAH

Surat Al
Anbiya ayat 79- 83 Menerangkan hati.
"Dibaca
ayat ini setiap hari 10 kali Insya Allah hati kita jadi terang".
Surat
Ali Imran ayat 35 Memelihara ibu dan bayi-nya dalam kandungan.
"Ditulis
pada kulit kijang yang ada dibagian paha dengan air mawar dan kemkema
kemudian diikatkan pada pinggang ibu yang sedang mengandung dengan izin
Allah".
Surat Al
Fatihah dan Surat Al Ahqof ayat 35 Mempermudah wanita melahirkan.
"Ditulis
ayat ini pada kain kemudian diletakkan pada wanita yang sedang - akan
melahirkan".
Surat
Yaasin ayat 37-38 Menghilangkan rasa sakit ketika wanita melahirkan.
"Ditulis
ayat ini pada kain putih kemudian diikatkan pada wanita yang akan
melahirkan".
Surat
Ali Imran ayat 26 Allah mengutus Malaikat untuk menjaga dirinya.
"Membaca
shalawat Nabi terlebih dahulu kemudian membaca ayat ini".
CINTA DAN DETIK-DETIK
TERAKHIR
R A S U L U L L O H
Leo F. Buscaglia, begitu
namanya, seorang professor pendidikan di University of Southren
California, Amerika. Ia seorang dengan seabreg kegiatan sosial dan
ceramah-ceramah tentang pendidikan. Satu tema yang terus menerus
dibawanya dalam banyak ceramah, adalah tentang cinta.
"Manusia tidak jatuh 'ke
dalam' cinta dan tidak juga keluar 'dari cinta', tapi manusia tumbuh dan
besar dalam cinta," begitu katanya dalam sebuah ceramah.
Cinta, di banyak waktu
dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salah,
tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu
berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga
seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah.
Tapi ada satu yang bisa kita
sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu
menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna.
Mengajarkan pada kita betapa besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta
membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa
kita nikmati dengan cinta.
Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku
jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan.
Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari
tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang.
Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga
dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang
ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal
marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga
terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia berawal dari
cinta.
-
Cinta
adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan.
-
Cinta
adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang.
-
Cinta
adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan
yang lebih baik.
Dan Islam tidak saja mengagungkan cinta tapi memberikan
contoh kongkrit dalam kehidupan. Lewat kehidupan manusia mulia,
Rasulullah tercinta.
Ada sebuah kisah tentang
totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, meski langit
telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam
kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah
kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang
siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang
yang mencintaiku akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri
dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu
persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya
naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang
dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang,
saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah
hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai
menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali
dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun
dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan
menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi,
tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah
sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi
pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar
pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah
saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang
ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku ?"
"Tak tahulah aku
ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah
lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan
kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah
malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah
pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut
menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di
atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa
hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang
amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah
terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar
menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang
mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Kabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai
Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku :
"Kuharamkan
surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"
kata Jibril.
Detik-detik semakin
dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit
sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan
Jibril membuang muka.
"Jijikkah
kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril ?" Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang tega,
melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian
terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini,
timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai
dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar
seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya
kepada Rasulullah. "Uushiikum bis
shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni
orang-orang lemah di antaramu." sabda Rasulullah.
Di luar pintu tangis mulai
terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan
tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir
Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,
ummatii, ummatiii..." Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.
Kini,
mampukah kita mencinta sepertinya ?
BERSAMBUNG......

" Kemukjizatan surat Al Fatihah - Al Qur'an "
Ahli Hikmah adalah orang-orang
shalih yang diberikan oleh Allah SWT ilmu dan Karomah sehingga dia tahu
rahasia Allah.
Para Ahli Hikmah umumnya dijadikan sebagai Thabib (Penyembuh - Dokter Plus) atau Paranormal oleh kebanyakan orang
karena mereka mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT.

" Allah
SWT memberikan al Hikmah ( kebijaksanaan ) kepada orang yang dikehendaki.
Barangsiapa yang diberinya al
Hikmah maka ia mendapat banyak kebaikan. Hanya orang-orang yang mau
berfikir yang dapat mengambil pelajaran / manfaat " .
( SURAT AL BAQARAH : AYAT 269 )
Ahli Hikmah ialah orang-orang yang bisa menguak tabir
Kemukjizatan al-Qur'an, menggunakannya dan mengamalkannya sebagai
manusia yang penuh manfaat bagi sesamanya, sebagai sarana-Nya.
Do'a
- Usaha - Iman - Taqwa pada Allah SWT.
Tingkatkan Ibadah Dengan
Berzikir